Sabtu, 20 Februari 2016

IDENTIFIKASI IKAN PENTET DIPELABUAHN PEKAUMAN KAL-SEL

IDENTIFIKASI DAN CIRI KARAKTERISTIK IKAN PENTET (Claria niuhofii ) AIR TAWAR DIPELABUHAN PEKAUMAN BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN

Oleh:
MUNA ELVIYA
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unlam

ABSTRAK
            Banjarmasin merupakan daerah yang mempunyai potensi alam dan pasar yang sangat bagus untuk budidaya ikan air tawar, dengan demikian maka budidaya ikan pentet di perairan air tawar mempunyai peluang yang bagus di Banjarmasin, karakteristik yang dimiliki ikan pentet hampir sama dengan ikan lele tetapi ikan ini setiap daerah berbeda penyebutan namanya. Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan di pelabuhan air tawar Pekauman, kemudian dibawa kelaboraturium Biologi untuk diindentifikasi. Yang diamati merupakan ciri karakteristik dari ikan pentet tersebut  dan memberikan nama spesies tersebut setelah melakukan identifikasi. Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa ciri-ciri ikan ini adalah dengan tubuh Warna ikan pentet yaitu hitam berbintik kuning,bagian punggung berwarna hitam,   perut berwarna puti kekuningan dan bagian badan berwarna hitam kekuningan. Ikan pentet memilikiciri spesifik linea lateralis memanjang, terlihat jelas sampai pangkal ekor, bentuk ekor membulat, dan tubuh berbintik kuning memiliki 8 sungut yng terdapat di hidung, didagu dan dibibir. Berdasarkan hasil pencandaraan disimpulkan ikan ini adalah jenis ikan Pentet air tawar Claria niuhofii.
Kata kunci: Identifikasi dan Ciri karakteristik ikan pentet
Alamat korespondensi: Telp. 085754903786, Email: munaelviya12@gmail.com



PENDAHULUAN
            Ikan merupakan komoditi yang mempunyai peranan penting dalalm menunjang kehidupan manusia, baik sebagai ikan konsumsi, ikan hias maupun bahan baku obat-obatan. Nelson (1994) mengatakan bahwa sampai saat ini berdasarkan identifikasi yang valid jumlah ikan di dunia sebanyak 24.618 jenis, 40 % diantaranya merupaakn ikan air tawar. Dimana Kottelat et at. (1993) menyatakan kekayaan ikan Indonesia bagian barat dan Sulewasi mencapai sekitar 900 jenis.
            Penelitian ikan di wilayah Kalimantan telah banyak dilakukan, antara lain oleh Roberts (1989) dan Kottelat et at (1993) yang secara kualitatif mencatat jenis ikan di Sungai Kapuas sebanyak 303 jenis, Inger dan Chan (1990) melaporkan di Sungai Mahakam dengan 85 jenis, sedangkan jumlah jenis ikan di Sungai Barito belum dilaporkan secara utuh, Mackinnon et al (2000) menyatakan bahwa di Kalimantan terdapat 394 jenis ikan, 38 % diantaranya bersifat endemik. Kami melakukan penelitian ikan air tawar di Pelabuhan ikan air Pekauman Banjarmasin dari sampel ikan yang kami ambil jumlah jenis ikan air tawar ada 11 jenis. Salah satunya ikan Pentet yang akan saya bahas di artikel ilmiah ini.
            Ikan pentet adalah ikan jenis air tawar dengan nama latin Claria niuhofii. Ikan ini tidak ditemukan di air payau atau asin. Habitatnya disungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan pentet atau ikan lele di Indonesia mempunyai beberapa nama daerah, antara lain, ikan keeling (Makasar), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (KalimantanSelatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.
Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih jelas karakteristik yang khas dari spesies ikan Bentet.



METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah metode diskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti yang dimaksudkan untuk menggambarkan “apa adanya” tentang suatu gejala atau keadaan, dengan teknik pengambilan sampel secara jelajah. Teknik jelajah dalam penelitian ini adalah teknik pencarian sampel di kawasan pasar ikan dengan cara mengambil sampel pada ikan yang ditangkap nelayan diperairan air tawar.
Data yang diperoleh dianalisa secara deskriftif dengan melihat isian tabel pengamatan, foto, dan hasil validasi menggunakan pustaka.

HASIL
            Dari hasil pengambilan sampel ikan air tawar yang kami ambil di Pekauman dan dari pengamatan yang kami lakukan terhadap ikan air tawar serta didentifikasi di Laboratorium Biologi PMIPA FKIP Unlam Banjarmasin. Berdasarkan pengambilan salah satu sampel ikan pentet.
Tabel hasil pengamatan :
PARAMETER PENGAMATAN
OBSERVASI
PUSTAKA
SIRIP
Keras
Ada
Ada *
Lunak
Ada
Ada *
Jari-jari sirip ekor
Lemah 12
Lemah 13*
Jari-jari sirip dada
Keras 2, lemah 6
Keras 2, lemah 7 *
Jari-jari sirip perut
Lemah 7
Lemah 9 *
Jari-jari sirip dubur
Lemah 63
Lemah 63-93 *
Tinggi sirip punggung
26 cm
28 cm **
Tinggi sirip dubur
20,5 cm
9,5 cm **
Tinggi sirip perut
1,5 cm
1 cm **
Tinggi sirip dada
2,2 cm
1 cm **
Tinggi sirip pipi
Tidak ada
Tidak ada
Sunggut
8 buah, terletak dihidung, bibir, dagu
Ada **

SISIK
Warna:
Hitam berbintik kuning
Abu-abu kekuningan
Punggung
Hitam
Abu-abu gelap*
Perut
Putih kekuningan
Keputihan *
Badan
Hitam kekuningan
Hitam dengan bintil kekuningan *

BADAN
Panjang baku
±  29 cm
±  10-35 cm**
Panjang seluruhnya
±  38 cm
±  49 cm**
Tinggi
±  5,5 cm
±  6 cm**

EKOR
Tinggi batang ekor
±   1,3 cm
 1,5 cm **
Panjang batang ekor
±  3 cm
3,5 cm **

KEPALA
Panjang antara mata dan tutup insang
5,2 cm
4,5 – 5,5 cm**
Panjang antara lebar mata
0,3 cm
0,2 cm**
Lebar buka mulut
0,3 cm
0,2  cm**
Panjang ujung moncong dengan costa
0,8 cm
0,3 cm**
Warna mata
Abu-abu
Hitam **

CIRI-CIRI SPESIFIK
Linea lateratis memanjang, terlihat jelas sampai pangkal ekor, bentuk ekor membundar, tubuh berbentik kuning, memiliki labirin, memiliki sungut 8 buah berbentuk rambut.
REPRODUKSI
Seksual (ovipar)
PENYEBARAN
Asia Tenggara
SISTEMATIKA
Filum
Chordata
Kelas
Pisces
Ordo
Siluniformes
Famili
Clariidae
Genus
Clarias
Spesies
Clarias nieuhofii
Sumber
Saanin, 1984


Description: F:\foto sample ikan air tawar\20151122_050710.jpg

(Sumber: Dok.Pribadi.2015)
Description: D:\Siti Sarah_ semester 3\Zoologi Vertebrata\iKAN PeTT.jpg

(Sumber: Anonim g.2015)
Sumber pustaka : : * id. . wikipedia.org/ diakses pada 23 November 2015
                                      ** Viidii.blogspot.co.id. diakses pada 23 November 2015





  
PEMBAHASAN
            Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan ikan pentet terdapat sirip keras dan sirip lunak. Sirip ekor merupakan sirip lemah dengan jumlah 12 sedangkan pada sirip dada terdapat 1 sirip keras dan 6 sirip lemah. Sirip perut merupakan sirip lemah yang berjumlah 7 dan sirip dubur juga sirip lemah yang berjumlah 63 . panjang irip punggung 26 cm, sirip dubur 20,5 cm dan panjang sirip perut 1,5cm sedangkan sirip dada yaitu 2,2 cm. Warna ikan pentet yaitu hitam berbintik kuning,bagian punggung berwarna hitam,   perut berwarna puti kekuningan dan bagian badan berwarna hitam kekuningan. Ikan pentet memiliki panjang baku 29 cm , panjang seluruhnya 39 cm dan tinggi 5,5 cm. Sedangkan tinggi batang 1,3 cm dan panjang batang ekor 3 cm.  Panjang antara mata dan tutup insang 5,2 cm Pantara lebar mata 0,3cm lebar buka mulut 0,3cm. Panjang ujung moncong dengan costa 0,8 cm. Warna berwarna abu-abu. Ikan pentet memilikiciri spesifik linea lateralis memanjang, terlihat jelas sampai pangkal ekor, bentuk ekor membulat, dan tubuh berbintik kuning memiliki 8 sungut yng terdapat di hidung, didagu dan dibibir. Ikan pentet bereproduksi secara ovivar dengan fertilisasi eksternal.
Berdasarkan literatur pada ikan pentet terdapat sirip lemah dan keras. Sirip ekor merupakan sirip lemah yag berjumlah 13, pada sirip dada terdapat sirip keras 2 dan lemah 7, sirip dubur berjumlah 63-93. Panjang sirip punggung 12cm sedangkan panjang sirip perut 1cm . Warna keseluruhan berwarna abu-abu kekuningan.  Penyebaran ikan pentet yaitu diair tawar dikawasan Asia Tenggara.
Ikan pentet merupakan ikan yang memiliki tubuh yang licin dan berlendir, ikan ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan, dimanfaatkan sebagai ikan pajangan atau ikan hias, dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air, karena merupaakan salah satu makanan alami ikan pentet, ikan pentet juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma, menstruasi (dataang bulan ) tidaj teratur, hidung berdarah, kencing darah dan lain-lain.
Untuk membedakan yang mana pentet jantan dan betina adalah ciri-ciri induk jantan kepalanya lebih kecil  dari induk pentet betina, warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan pentet betina, urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang kea rah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan. Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress), perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan pentet betina, bila bagian perut di stripping secara manual dari perut kea rah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani) dan kulit lebih halus dibanding induk ikan betina.
Sedangkan ciri0ciri induk pentet betina yaitu kepalanya lebih besar diabnding induk pentet jantan, warnak ulit dada agak terang, urogenital papilla (kelamin) berebtuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus, gerakanya lamabt, tulang kepala pendek dan gak cembung, perutnya lebih gembung dan lunak, bali bagian di stripping secara manual dari bagian perut kea rah ekor akan mengeluarkan cairan kekuningan (ovum/telur). Ciri-ciri pentet siap memijah adlah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijah.
Makanan alami ikan pentet adalah berupa zooplankton, larva, cacing-cacingan, dan serangga air, ikan pentet menyukai makana busuk yang berprotein dank an pentet juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.