IDENTIFIKASI
DAN CIRI KARAKTERISTIK IKAN PENTET (Claria
niuhofii ) AIR TAWAR DIPELABUHAN PEKAUMAN BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN
Oleh:
MUNA
ELVIYA
Program Studi Pendidikan Biologi,
Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Unlam
ABSTRAK
Banjarmasin merupakan daerah yang mempunyai potensi
alam dan pasar yang sangat bagus untuk budidaya ikan air tawar, dengan demikian
maka budidaya ikan pentet di perairan air tawar mempunyai peluang yang bagus di
Banjarmasin, karakteristik yang dimiliki ikan pentet hampir sama dengan ikan
lele tetapi ikan ini setiap daerah berbeda penyebutan namanya. Pada penelitian
ini pengambilan sampel dilakukan di pelabuhan air tawar Pekauman, kemudian
dibawa kelaboraturium Biologi untuk diindentifikasi. Yang diamati merupakan
ciri karakteristik dari ikan pentet tersebut
dan memberikan nama spesies tersebut setelah melakukan identifikasi.
Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa ciri-ciri ikan ini adalah dengan tubuh Warna
ikan pentet yaitu hitam berbintik kuning,bagian punggung berwarna hitam, perut berwarna puti kekuningan dan bagian
badan berwarna hitam kekuningan. Ikan pentet memilikiciri spesifik linea
lateralis memanjang, terlihat jelas sampai pangkal ekor, bentuk ekor membulat,
dan tubuh berbintik kuning memiliki 8 sungut yng terdapat di hidung, didagu dan
dibibir. Berdasarkan hasil pencandaraan disimpulkan ikan ini adalah jenis ikan
Pentet air tawar Claria niuhofii.
Kata
kunci: Identifikasi dan Ciri karakteristik ikan pentet
PENDAHULUAN
Ikan
merupakan komoditi yang mempunyai peranan penting dalalm menunjang kehidupan
manusia, baik sebagai ikan konsumsi, ikan hias maupun bahan baku obat-obatan.
Nelson (1994) mengatakan bahwa sampai saat ini berdasarkan identifikasi yang
valid jumlah ikan di dunia sebanyak 24.618 jenis, 40 % diantaranya merupaakn
ikan air tawar. Dimana Kottelat et at.
(1993) menyatakan kekayaan ikan Indonesia bagian barat dan Sulewasi mencapai
sekitar 900 jenis.
Penelitian
ikan di wilayah Kalimantan telah banyak dilakukan, antara lain oleh Roberts
(1989) dan Kottelat et at (1993) yang
secara kualitatif mencatat jenis ikan di Sungai Kapuas sebanyak 303 jenis,
Inger dan Chan (1990) melaporkan di Sungai Mahakam dengan 85 jenis, sedangkan
jumlah jenis ikan di Sungai Barito belum dilaporkan secara utuh, Mackinnon et al (2000) menyatakan bahwa di
Kalimantan terdapat 394 jenis ikan, 38 % diantaranya bersifat endemik. Kami
melakukan penelitian ikan air tawar di Pelabuhan ikan air Pekauman Banjarmasin
dari sampel ikan yang kami ambil jumlah jenis ikan air tawar ada 11 jenis.
Salah satunya ikan Pentet yang akan saya bahas di artikel ilmiah ini.
Ikan pentet adalah ikan jenis air
tawar dengan nama latin Claria niuhofii. Ikan
ini tidak ditemukan di air payau atau asin. Habitatnya disungai dengan arus air
yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan pentet atau
ikan lele di Indonesia mempunyai beberapa nama daerah, antara lain, ikan
keeling (Makasar), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (KalimantanSelatan),
ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi
(Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika),
plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka),
ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish,
siluroid, mudfish dan walking catfish.
Berdasarkan uraian diatas
maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih jelas karakteristik
yang khas dari spesies ikan Bentet.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan
adalah metode diskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti yang dimaksudkan
untuk menggambarkan “apa adanya” tentang suatu gejala atau keadaan, dengan
teknik pengambilan sampel secara jelajah. Teknik jelajah dalam penelitian ini
adalah teknik pencarian sampel di kawasan pasar ikan dengan cara mengambil
sampel pada ikan yang ditangkap nelayan diperairan air tawar.
Data yang diperoleh
dianalisa secara deskriftif dengan melihat isian tabel pengamatan, foto, dan
hasil validasi menggunakan pustaka.
HASIL
Dari
hasil pengambilan sampel ikan air tawar yang kami ambil di Pekauman dan dari
pengamatan yang kami lakukan terhadap ikan air tawar serta didentifikasi di
Laboratorium Biologi PMIPA FKIP Unlam Banjarmasin. Berdasarkan pengambilan
salah satu sampel ikan pentet.
Tabel hasil pengamatan :
|
PARAMETER PENGAMATAN
|
OBSERVASI
|
PUSTAKA
|
|
|
SIRIP
|
Keras
|
Ada
|
Ada *
|
|
Lunak
|
Ada
|
Ada *
|
|
|
Jari-jari sirip ekor
|
Lemah 12
|
Lemah 13*
|
|
|
Jari-jari sirip dada
|
Keras 2, lemah 6
|
Keras 2, lemah 7 *
|
|
|
Jari-jari sirip perut
|
Lemah 7
|
Lemah 9 *
|
|
|
Jari-jari sirip dubur
|
Lemah 63
|
Lemah 63-93 *
|
|
|
Tinggi sirip punggung
|
26 cm
|
28 cm **
|
|
|
Tinggi sirip dubur
|
20,5 cm
|
9,5 cm **
|
|
|
Tinggi sirip perut
|
1,5 cm
|
1 cm **
|
|
|
Tinggi sirip dada
|
2,2 cm
|
1 cm **
|
|
|
Tinggi sirip pipi
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
Sunggut
|
8 buah, terletak dihidung, bibir, dagu
|
Ada **
|
|
|
|
|||
|
SISIK
|
Warna:
|
Hitam berbintik kuning
|
Abu-abu kekuningan
|
|
Punggung
|
Hitam
|
Abu-abu gelap*
|
|
|
Perut
|
Putih kekuningan
|
Keputihan *
|
|
|
Badan
|
Hitam kekuningan
|
Hitam dengan bintil kekuningan *
|
|
|
|
|||
|
BADAN
|
Panjang baku
|
± 29 cm
|
± 10-35
cm**
|
|
Panjang seluruhnya
|
± 38 cm
|
± 49 cm**
|
|
|
Tinggi
|
± 5,5 cm
|
± 6 cm**
|
|
|
|
|||
|
EKOR
|
Tinggi batang ekor
|
± 1,3 cm
|
1,5
cm **
|
|
Panjang batang ekor
|
± 3 cm
|
3,5 cm **
|
|
|
|
|||
|
KEPALA
|
Panjang antara mata dan tutup insang
|
5,2 cm
|
4,5 – 5,5 cm**
|
|
Panjang antara lebar mata
|
0,3 cm
|
0,2 cm**
|
|
|
Lebar buka mulut
|
0,3 cm
|
0,2
cm**
|
|
|
Panjang ujung moncong dengan costa
|
0,8 cm
|
0,3 cm**
|
|
|
Warna mata
|
Abu-abu
|
Hitam **
|
|
|
|
|||
|
CIRI-CIRI SPESIFIK
|
Linea lateratis memanjang, terlihat jelas
sampai pangkal ekor, bentuk ekor membundar, tubuh berbentik kuning, memiliki
labirin, memiliki sungut 8 buah berbentuk rambut.
|
||
|
REPRODUKSI
|
Seksual (ovipar)
|
||
|
PENYEBARAN
|
Asia Tenggara
|
||
|
SISTEMATIKA
|
Filum
|
Chordata
|
|
|
Kelas
|
Pisces
|
||
|
Ordo
|
Siluniformes
|
||
|
Famili
|
Clariidae
|
||
|
Genus
|
Clarias
|
||
|
Spesies
|
Clarias
nieuhofii
|
||
|
Sumber
|
Saanin, 1984
|
||
|
|
|
![]()
(Sumber: Dok.Pribadi.2015)
|
![]()
(Sumber: Anonim g.2015)
|
|
Sumber pustaka : : * id. . wikipedia.org/ diakses pada 23 November 2015
**
Viidii.blogspot.co.id. diakses pada 23 November 2015
|
|||
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan yang
telah dilakukan ikan pentet terdapat sirip keras dan sirip lunak. Sirip ekor
merupakan sirip lemah dengan jumlah 12 sedangkan pada sirip dada terdapat 1
sirip keras dan 6 sirip lemah. Sirip perut merupakan sirip lemah yang berjumlah
7 dan sirip dubur juga sirip lemah yang berjumlah 63 . panjang irip punggung 26
cm, sirip dubur 20,5 cm dan panjang sirip perut 1,5cm sedangkan sirip dada
yaitu 2,2 cm. Warna ikan pentet yaitu hitam berbintik kuning,bagian punggung
berwarna hitam, perut berwarna puti
kekuningan dan bagian badan berwarna hitam kekuningan. Ikan pentet memiliki
panjang baku 29 cm , panjang seluruhnya 39 cm dan tinggi 5,5 cm. Sedangkan
tinggi batang 1,3 cm dan panjang batang ekor 3 cm. Panjang antara mata dan tutup insang 5,2 cm
Pantara lebar mata 0,3cm lebar buka mulut 0,3cm. Panjang ujung moncong dengan
costa 0,8 cm. Warna berwarna abu-abu. Ikan pentet memilikiciri spesifik linea
lateralis memanjang, terlihat jelas sampai pangkal ekor, bentuk ekor membulat,
dan tubuh berbintik kuning memiliki 8 sungut yng terdapat di hidung, didagu dan
dibibir. Ikan pentet bereproduksi secara ovivar dengan fertilisasi eksternal.
Berdasarkan
literatur pada ikan pentet terdapat sirip lemah dan keras. Sirip ekor merupakan
sirip lemah yag berjumlah 13, pada sirip dada terdapat sirip keras 2 dan lemah
7, sirip dubur berjumlah 63-93. Panjang sirip punggung 12cm sedangkan panjang
sirip perut 1cm . Warna keseluruhan berwarna abu-abu kekuningan. Penyebaran ikan pentet yaitu diair tawar dikawasan
Asia Tenggara.
Ikan pentet merupakan ikan yang memiliki tubuh yang
licin dan berlendir, ikan ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan,
dimanfaatkan sebagai ikan pajangan atau ikan hias, dipelihara di sawah dapat
bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air, karena merupaakan
salah satu makanan alami ikan pentet, ikan pentet juga dapat diramu dengan
berbagai bahan obat lain untuk mengobati penyakit asma, menstruasi (dataang
bulan ) tidaj teratur, hidung berdarah, kencing darah dan lain-lain.
Untuk membedakan yang mana pentet jantan dan betina
adalah ciri-ciri induk jantan kepalanya lebih kecil dari induk pentet betina, warna kulit dada
agak tua bila dibanding induk ikan pentet betina, urogenital papilla (kelamin)
agak menonjol, memanjang kea rah belakang, terletak di belakang anus, dan warna
kemerahan. Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress),
perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan pentet betina,
bila bagian perut di stripping secara manual dari perut kea rah ekor akan
mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani) dan kulit lebih halus
dibanding induk ikan betina.
Sedangkan ciri0ciri induk pentet betina yaitu
kepalanya lebih besar diabnding induk pentet jantan, warnak ulit dada agak
terang, urogenital papilla (kelamin) berebtuk oval (bulat daun), berwarna
kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus, gerakanya
lamabt, tulang kepala pendek dan gak cembung, perutnya lebih gembung dan lunak,
bali bagian di stripping secara manual dari bagian perut kea rah ekor akan
mengeluarkan cairan kekuningan (ovum/telur). Ciri-ciri pentet siap memijah
adlah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang
jantan dan yang betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam
kolam tersendiri untuk dipijah.
Makanan alami ikan pentet adalah berupa zooplankton,
larva, cacing-cacingan, dan serangga air, ikan pentet menyukai makana busuk
yang berprotein dank an pentet juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.

