Selasa, 09 Juni 2015

PRAKTIKUM I
Topik                   : Protozoa                     
Tujuan                 : Mengenal beberapa anggota phylum protozoa yang hidup
                              bebas di air tawar.
Hari/Tanggal        : Kamis/ 26 Februari 2015
Tempat                : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
 


I.     ALAT DAN BAHAN
A.    Alat
1.      Pipet tetes
2.      Kaca benda
3.      Kaca penutup
4.      Mikroskop
5.      Kompor gas
6.      Panci
7.      Gelas kimia
8.      Gelas aqua sebanyak 8 buah
9.      Gelang karet
10.  Plastik transparan
11.  Kertas karbon lima lembar
12.  Tissue
B.     Bahan
1.    Air kolam
2.    Air sawah
3.    Air selokan
4.    Air comberan
5.    Kotoran ayam kering
6.    Jerami
II.  CARA KERJA
A.    Medium Biasa
1.    Dengan pipet ambil 2-3 tetes air tersebut di atas, letakkan pada kaca benda, tutup dengan kaca penutup.
2.    Amati protozoa apa saja yang tempak.
3.    Gambar morfologi hewan-hewan tersebut dan sebutkan bagian-bagiannya.

B.     Medium Biakan
1.      Rebus 200 gram jerami dengan air sebanyak + 2 liter selama 15 menit.
2.      Dinginkan air rebusan, menyaringnya lalu mengambl sebanyak 80 ml air rebusan dan memasukkannya ke dalam gelas aqua.
3.      Ke dalam aqua menambahkan kotoran ayam kering dan sedikit jerami.
4.      Masukkan air bahan sebanyak 20 ml.
5.      Berikan perlakuan gelas aqua A dalam keadaan transparan, sedang gelas aqua B dalam keadaan tertutup kertas karbon.
6.      Biarkan media selama satu minggu.
7.      Lakukan pengamatan setelah satu minggu.












III.             TEORI DASAR
Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun Protozoa merupakan organisme yang sempurna. Ukuran tubuh mikroskopis, sangat beranekaragam morfologi, fisiologi dan perkembangbiakannya. Habitatnya diair tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan lain. Alat gerak pseudopodia, flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
Protozoa mempunyai lebih dari 30.000 spesies dengan beberapa sifat karakteristiknya. Ada beberapa spesies yang bersifat patogen pada manusia dan hewan, beberapa spesies berperan penting dalam simbiosa dengan Ruminantia, sebagai mikroorganisme pada serangga, berperanan didalam proses mikrobiologi tanah, mikrobiologi air, dan sebagainya. Sifatnya dapat hidup dengan syarat kehidupan yang minimal, sebab jasad ini dapat menggunakan bakteria maupun protozoa lainnya sebagai sumber makanannya. Didalam keadaan yang tidak sesuai untuk pertumbuhannya beberapa spesies dapat membentuk kista, yaitu bentuk sel yang dilindungi oleh dinding sel tebal.
Pada umumnya protozoa bersel satu, tetapi ada beberapa spesies yang membentuk koloni. Umumnya didalam satu sel terdapat satu inti, tetapi dari beberapa spesies secara generatif berkonjugasi karena individu jantan dan betina belum jelas perbedaanya. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner (pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga terjadi reorganisasi pada kedua individu).
Berdasarkan alat geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi 4 kelas yaitu
1.      Kelas Rhizopoda (Sarcodina)
Alat geraknya berupa kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma, gerakannya disebut gerak amoeboid, dan bentuk tubuhnya tidak tetap. Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri. Rhizopoda yang hidup di air tawar, di laut dan parasit pada binatang ain/ manusia, misalnya Amoeba proteus dan Difflugia. Rhizopoda yang hidup di laut misalnya Globigerina dari kelompok Foraminifera. Yang hidup parasit pada manusia misalnya Entamoeba histolytica dan Entamoeba gingivalis.Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri.
2.         Kelas Ciliata (Ciliophora/Infusoria)
Alat geraknya berupa rambut getar (silia). Disebut Infusoria karena anggota Ciliata hidup di air yang tercemar. Silia terdapat di seluruh permukaan tubuh atau hanya pada bagian tertentu. Bentuk tubuhnya tetap karena memiliki perikel. Memiliki dua  macam inti yaitu mikronukleus (berfungsi mengatur perkembangbiakan) dan makronukleus (mengatur pertumbuhan dan metabolisme). Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner dan secara seksual dengan konjugasi. Ciliata yang hidup bebas di air tawar misalnya Paramaecium, Stentor, Vorticella, dan Didinium (predator). Ciliata yang hidup parasit pada manusia adalah Balantidium coli.
3.         Kelas Flagellata (Mastigophora)
Alat geraknya berupa bulu cambuk (flagel) dan bentuk tubuh lebih tetap tanpa rangka luar dilindungi oleh selaput yang fleksibel (pellicle). Cara hidupnya ada yang hidup bebas, bersimbiosis, dan parasit. Flagellata yang hidup bebas misalnya Euglena, yang hidup bersimbiosis misalnya Trichonympha pada usus rayap, dan yang hidup parasit misalnya Trypanosoma gambiense memyebabkan penyakit tidur, Trichomonas vaginalis menyebabkan penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria, Leishmania donovani menyebabkan penyakit kala azar. Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan diri membujur.
4.        Kelas Sporozoa
Tidak memiliki alat gerak dan dalam daur hidupnya memiliki spora. Sporanya ada dua macam yaitu spora aseksual disebut merozoit dan spora seksual disebut sporozoit. Hidupnya parasit. Contoh Plasmodium dan Toxoplasma. Peristiwa keluarnya merozoit dari eritrosit ketika pecah menyebabkan suhu badan penderita naik disebut masa sporulasi. Plasmodium vivax dan P. Ovale menyebabkan malaria tertiana, Plasmodium malariae menyebabkan malaria kuartana, dan Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropikana. Toxoplasma gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Toxoplasma masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging yang tercemar kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.
5.        Kelas Suctoria
Bentuk muda hewan ini mempunyai cilia, oleh sebab itu beberapa ahli memasukkan ke dalam kelas ciliate. Hidupnya mandiri jika sudah dewasa, mempunyai tentakel dan melekat pada suatu benda dengan tentakelnya. Beberapa jenis bersifat parsit. Tentakelnya berguna untuk menusuk atau menghisap dan tidsak memiliki cilia. Cara makannya bersifat holozoik. Reprodusi dengan membentuk tunas-tunas.  Contohnya: Podophyta dan Suctoria yang parasit.




IV.   HASIL PENGAMATAN
Tabel Hasil Pengamatan
No
Kelompok
Nama spesies
Air selokan
Air comberan
Air kolam
Air sawah
Sketsa
1
2,3
Vorticella microstome



v

2
2,3,4,7
Euglena sp
V
v
V
v

3
2,3,4
Paramecium caudatum
V
v



4
3
Amplhileptus claparede


V
v

A.Medium Biasa










No
Kelompok
Nama spesies
Air selokan
Air comberan
Air kolam
Air sawah
Sketsa
1
2,5.8
Volvox aureus



v


2
2,3
Paramecium sp.


V

v

3
3,6
Amplhileptus claparede

V

v

4
3
Amoeba proteus


v


5
6,7
Euglena sp.
V

v
v

B.Madium Biakan Tertutup















No
Kelompok
Nama spesies
Air selokan
Air comberan
Air kolam
Air sawah
Sketsa
1
12,3,4
Paramecium

V


v

2
2
Voticella microstome



v

3
2,3
Volvox aereus

V

v

4
2,3,6
Euglena viridis
V

v


 C.Media Biakan Transparan














Gambar Menurut Literatur
1.      Gambar Vorticella microstome

Text Box:
 











Sumber : gambar 1

2.      Gambar Euglena sp.
Text Box:
 
3.       









Sumber : Gambar 2



3.Gambar Paramecium caudatum
Text Box:
 
1.       









Sumber : Gambar 3

4.      Gambar Amplhileptus claparede
Text Box:
 











Sumber : Gambar 4




5.      Gambar Amoeba proteus
Text Box:
 











Sumber : Gambar 5

6.      Gambar Volvox aureus
Text Box:
 










Sumber : Gambar 6





V.    ANALISIS DATA
1.    Vorticella microstome
Klasifikasi       :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
SupClass         : Ciliata
Ordo                : Peritichida
Famili              : Peritichidaceae
Genus              : Vorticella
Spesies            : Vorticella microstome
(Sumber : Verrna, 2002)
Vorticella microstome kami temukan pada médium biasa dan media biakan transparan yang ditemukan pleh kelompok 2,3 pada médium biasa air sawah dan kelompok 2 pada media biakan transparan air sawah juga. Vorticella microstome masih banyak terdapat pada médium-medium lainnya, tetapi hanya kami yang tidak menemukan Vorticella microstome ini.

2.     Euglena sp.
Klasifikasi
 kingdom : Animalia
 Filum       : Protozoa
 Class        : Euglenoidea
 Ordo        : Euglenida
Family      : Euglenidae
 Genus       : Euglenophyta
 Spesies     : Euglena sp.
(sumber : Hegner, 1968)
            Euglena sp. Ditemukan pada air selokan, air comberan, air kolam, dan air sawah pada medium biasa yang temukan oleh kelompok 2,3,4, dan 7. Selain itu pada medium biakan tertutup juga terdapat Euglena sp. Pada air selokan, air kolam dan air sawah yang ditemukan oleh kelompok 6 dan 7.
            Ciri-ciri bentuk tubuh Euglena sp. Yaitu berbentuk runjung atau sedikit lonjong dan semakin meruncing di ujung belakang tuubhnya dan berbentuk tumpul pada enterior atau bagian depannya.

3.    Paramecium caudatum
Klasifikasi      
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Superclass       : Cilliata
Class                : Holotriohea
Order               : Hymonostimatida
Famili              : Holotrichidae
Genus              : Paramecium
Species            : Paramecium caudatum
(Sumber : Verrna, 2002)
     Hidup di air tawar yang banyak mengandung bakteri atau zat-zat organik. Bentuknya seperti sandal (canela), ada bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing dibagian belakang. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara bergetar. Terdapat trichocyst, mulut, rongga makanan, rongga berdenyut, macronukleusmicronukleus, dan sel dubur.
Berembang biak secara vegetatif membelah diri secara transversal, dimulai dengan membelah makronukleus yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat terjadi kurang lebih tiap 24 jam. Setelah erjadi beberapa kali pembiakan vegetatif, terjadila pembiakan generatif secara konjugasi ysng dimulai pertemuan antara 2 individu pada bagian mulut, kemudian terjadi peristiwa macronuklius lenyap, dan membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya lenyap yang satu membelah menjadi dua micronuklius (haploid) dan terjadi tukar-menukar mikronukleus sehingga terjadi persatuan mikronukleus haploid menjadi mikronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri.
Respirasi dan eksresi terjadi melalui permukaan tubuhnya (selaput plasma). Tubuhnya dilindungi oleh pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan dikeluarkan jika dirangsang. Trichocyst ini berfungsi juga sebagai alat pelindung jika diserang oleh musuh.
4. Amplhileptus claparede
Klasifikasi      
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Class                : Liostomatea
Order               : Pleurozmatida
Famili              : Amphileptus
Genus              : Amphileptus
Species            : Amphileptus cleparedei\
(Sumber : Verma, 2002)
            Amphileptus cleparedei pada medium biasa terdapat pada air tawar dan air sawah yang temukan oleh kelompok 3, pada medium biaan tertutup terspat pada air comberan dan air sawah yang temukan oleh kelompok 3 dan 6.
            Tubuhnya lateral dikompersi. Mulutnya cembung pada sisi ventral, seperti celah. Akan terlihat jelas ketika dia sedang makan. Memiliki silia yang hamper lengkap, silia di sebelah kiri tubuhnya tidak terlalau jelas dan agak kurang dibandingkan dengan sisi sebelah kanan. Banyak terdapat vakoula kontraktil yang tidak beraturan yang didistribusikan disepanjang tepi ventral dan dorsal, memiliki 2 maknukleus, tubuhnya agak pipih berbentuk seperti labu panjang.

5.Amoeba proteus
Klasifikasi:
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Classis             : Hydraulea
Ordo                : Amoebida
Family             : Amoebioae
Genus              : Amoeba
Species            : Amoeba proteus
(sumber : Verma,2002)
Amoeba hidup di air tawar basah/ tempat berair. Tubuh terdiri atas kulit luar (ektoplasma), selaput luar disebut plasmolemma. Bagian dalam di sebut bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan butiran-butiran lemak. Rongga berdenyut berfungsi sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai osmosis isi sel terpelihara. Bila  Amoeba diambil intinya, akan segera mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk protoplasma baru. Amoeba memakan bakteri, alga bersel satu dan makhuk hidup yang bersel satu lainnya.
Makanan dicerna di rongga makanan, sisanya ditinggalkan. Berkembangbiak secara vegetatif membelah diri di dahului dengan pembelahan intinya. Amoeba mengambil oksigen untuk pernafasan dan mengeluarkan karbon dioksida melalui selaput plasma. Bergerak dengan menjulurkan kaki semunya (pseudopodia), gerakannya ini disebut amoeboid.  Amoeba ada yang dibungkus cangkang ada pula yang tanpa selubung cangkang (telanjang), biasanya yang tanpa selubung bentuknya asimetris dan selalu berubah.
Bagian tubuh amoeba yang hanya satu selter diri atas vakuola makanan, vakuola kontraktil, inti, endoplasma, ektoplasma, plasmagel, plasmolema, tudung hyalin, lembaran plasma gel, plasma sol, dan juga kristal-kristal. Amoeba sp terdapat dalam air tawar baik pada air tergenang maupun yang mengalir. Perkembamgan dalam reproduksi amoeba merupakan pertumbuhan yang sederhana, sel sebagai hasil pembelahan binary jadi sel yang penuh dengan keunikan volume secara perlahan-lahan. Hewan ini bernapas dengan cara difusi.
Pengambilan makanan terjadi tanpa bantuan bagian bentuk mulut dan dapat terjadi dibagian mana saja pada permukaan tubuh dimana makanan berupa protozoa yang ditelang melalui permukaan tubuh yang membujur keluar.

6.Volvox aureus
Klasifikasi
 kingdom : Animalia
 Filum       : Protozoa
 Class        : Phitomastigophora
 Ordo        : Volvocida
Family      : Volvocidae
 Genus       : Volvox
 Spesies     : Volvox aureus
(Sumber : Verma, 2002)
Bentuk tubuh macam-macam ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya tidak menentu. Namun pada volvox ini berbentuk bola berukuran kecil. Hidup di dalam air tawar, merupakan koloni dari beribu-ribu binatang bersel satu dengan masing-masing mempunyai dua flagel. Di dalam koloni dapat terbentuk koloni baru dan kemudian melepaskan diri dari koloni lama menjadi koloni tersendiri.
Antara satu sel dengan sel lainya yang saling berdekatan di hubungkan oleh benang-benang sitoplasma, makanan dari sekitar ditangkap dan sintesis oleh sel-sel vegetatif. Volvox globatort diri atas ratusan sel yang digabungkan oleh suatu jalinan plotoplasma. Sebagian sel-selnya mempunyai titik mata, chlorophyl, vakuola kontraktil, dan dua flagella. Sel-sel tersebut disebut sel somatis. Spesies ini berbentuk bola yang berongga dan rongga itu berisi bubur cair, pada dinding bagian luar tertanam 3-17 ribu sel secara individu.
Air kotor ada hubungannya dengan jumlah protozoa. Karena air yang kotor merupakan tempat hidup yang ideal bagi protozoa. Sebab disana banyak terdapat makanan untuk protozoa seperti jasad-jasad renik dan lain-lain. Pada air kotor protozoa dapat hidup dengan aman karena jarang ada yang mengganggu. Filum yang paling banyak ditemukan ialah filum flagellata (Mestigophora). Cara bergeraknya semua berputar-putar kesana-kemari.

















VI.    KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.    Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun protozoa merupakan organisme yang sempurna
2.      Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner (pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga terjadi reorganisasi pada kedua individu).
3.      Protozoa habitatnya di air tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan lain. Alat gerak pseudopodia, flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
4.      Anggota protozoa yang ditemukan pada medium biasa yaitu Volticella microstome, Euglena sp., Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede, Volvox globator, dan Amoeba, pada medium biakan tertutup Volvox aureus, Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede,  Amoeba, Euglena sp sedangkan pada medium biakan karbon yaitu Paramecium caudatum, Voticella microstome, Volvox aerus dan Euglena sp.







 PRAKTIKUM I
Topik                   : Protozoa                     
Tujuan                 : Mengenal beberapa anggota phylum protozoa yang hidup
                              bebas di air tawar.
Hari/Tanggal        : Kamis/ 26 Februari 2015
Tempat                : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
 

I.     ALAT DAN BAHAN
A.    Alat
1.      Pipet tetes
2.      Kaca benda
3.      Kaca penutup
4.      Mikroskop
5.      Kompor gas
6.      Panci
7.      Gelas kimia
8.      Gelas aqua sebanyak 8 buah
9.      Gelang karet
10.  Plastik transparan
11.  Kertas karbon lima lembar
12.  Tissue
B.     Bahan
1.    Air kolam
2.    Air sawah
3.    Air selokan
4.    Air comberan
5.    Kotoran ayam kering
6.    Jerami
II.  CARA KERJA
A.    Medium Biasa
1.    Dengan pipet ambil 2-3 tetes air tersebut di atas, letakkan pada kaca benda, tutup dengan kaca penutup.
2.    Amati protozoa apa saja yang tempak.
3.    Gambar morfologi hewan-hewan tersebut dan sebutkan bagian-bagiannya.

B.     Medium Biakan
1.      Rebus 200 gram jerami dengan air sebanyak + 2 liter selama 15 menit.
2.      Dinginkan air rebusan, menyaringnya lalu mengambl sebanyak 80 ml air rebusan dan memasukkannya ke dalam gelas aqua.
3.      Ke dalam aqua menambahkan kotoran ayam kering dan sedikit jerami.
4.      Masukkan air bahan sebanyak 20 ml.
5.      Berikan perlakuan gelas aqua A dalam keadaan transparan, sedang gelas aqua B dalam keadaan tertutup kertas karbon.
6.      Biarkan media selama satu minggu.
7.      Lakukan pengamatan setelah satu minggu.












III.             TEORI DASAR
Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun Protozoa merupakan organisme yang sempurna. Ukuran tubuh mikroskopis, sangat beranekaragam morfologi, fisiologi dan perkembangbiakannya. Habitatnya diair tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan lain. Alat gerak pseudopodia, flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
Protozoa mempunyai lebih dari 30.000 spesies dengan beberapa sifat karakteristiknya. Ada beberapa spesies yang bersifat patogen pada manusia dan hewan, beberapa spesies berperan penting dalam simbiosa dengan Ruminantia, sebagai mikroorganisme pada serangga, berperanan didalam proses mikrobiologi tanah, mikrobiologi air, dan sebagainya. Sifatnya dapat hidup dengan syarat kehidupan yang minimal, sebab jasad ini dapat menggunakan bakteria maupun protozoa lainnya sebagai sumber makanannya. Didalam keadaan yang tidak sesuai untuk pertumbuhannya beberapa spesies dapat membentuk kista, yaitu bentuk sel yang dilindungi oleh dinding sel tebal.
Pada umumnya protozoa bersel satu, tetapi ada beberapa spesies yang membentuk koloni. Umumnya didalam satu sel terdapat satu inti, tetapi dari beberapa spesies secara generatif berkonjugasi karena individu jantan dan betina belum jelas perbedaanya. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner (pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga terjadi reorganisasi pada kedua individu).
Berdasarkan alat geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi 4 kelas yaitu
1.      Kelas Rhizopoda (Sarcodina)
Alat geraknya berupa kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma, gerakannya disebut gerak amoeboid, dan bentuk tubuhnya tidak tetap. Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri. Rhizopoda yang hidup di air tawar, di laut dan parasit pada binatang ain/ manusia, misalnya Amoeba proteus dan Difflugia. Rhizopoda yang hidup di laut misalnya Globigerina dari kelompok Foraminifera. Yang hidup parasit pada manusia misalnya Entamoeba histolytica dan Entamoeba gingivalis.Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri.
2.         Kelas Ciliata (Ciliophora/Infusoria)
Alat geraknya berupa rambut getar (silia). Disebut Infusoria karena anggota Ciliata hidup di air yang tercemar. Silia terdapat di seluruh permukaan tubuh atau hanya pada bagian tertentu. Bentuk tubuhnya tetap karena memiliki perikel. Memiliki dua  macam inti yaitu mikronukleus (berfungsi mengatur perkembangbiakan) dan makronukleus (mengatur pertumbuhan dan metabolisme). Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner dan secara seksual dengan konjugasi. Ciliata yang hidup bebas di air tawar misalnya Paramaecium, Stentor, Vorticella, dan Didinium (predator). Ciliata yang hidup parasit pada manusia adalah Balantidium coli.
3.         Kelas Flagellata (Mastigophora)
Alat geraknya berupa bulu cambuk (flagel) dan bentuk tubuh lebih tetap tanpa rangka luar dilindungi oleh selaput yang fleksibel (pellicle). Cara hidupnya ada yang hidup bebas, bersimbiosis, dan parasit. Flagellata yang hidup bebas misalnya Euglena, yang hidup bersimbiosis misalnya Trichonympha pada usus rayap, dan yang hidup parasit misalnya Trypanosoma gambiense memyebabkan penyakit tidur, Trichomonas vaginalis menyebabkan penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria, Leishmania donovani menyebabkan penyakit kala azar. Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan diri membujur.
4.        Kelas Sporozoa
Tidak memiliki alat gerak dan dalam daur hidupnya memiliki spora. Sporanya ada dua macam yaitu spora aseksual disebut merozoit dan spora seksual disebut sporozoit. Hidupnya parasit. Contoh Plasmodium dan Toxoplasma. Peristiwa keluarnya merozoit dari eritrosit ketika pecah menyebabkan suhu badan penderita naik disebut masa sporulasi. Plasmodium vivax dan P. Ovale menyebabkan malaria tertiana, Plasmodium malariae menyebabkan malaria kuartana, dan Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropikana. Toxoplasma gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Toxoplasma masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging yang tercemar kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.
5.        Kelas Suctoria
Bentuk muda hewan ini mempunyai cilia, oleh sebab itu beberapa ahli memasukkan ke dalam kelas ciliate. Hidupnya mandiri jika sudah dewasa, mempunyai tentakel dan melekat pada suatu benda dengan tentakelnya. Beberapa jenis bersifat parsit. Tentakelnya berguna untuk menusuk atau menghisap dan tidsak memiliki cilia. Cara makannya bersifat holozoik. Reprodusi dengan membentuk tunas-tunas.  Contohnya: Podophyta dan Suctoria yang parasit.




IV.   HASIL PENGAMATAN
Tabel Hasil Pengamatan
No
Kelompok
Nama spesies
Air selokan
Air comberan
Air kolam
Air sawah
Sketsa
1
2,3
Vorticella microstome



v

2
2,3,4,7
Euglena sp
V
v
V
v

3
2,3,4
Paramecium caudatum
V
v



4
3
Amplhileptus claparede


V
v

A.Medium Biasa










No
Kelompok
Nama spesies
Air selokan
Air comberan
Air kolam
Air sawah
Sketsa
1
2,5.8
Volvox aureus



v


2
2,3
Paramecium sp.


V

v

3
3,6
Amplhileptus claparede

V

v

4
3
Amoeba proteus


v


5
6,7
Euglena sp.
V

v
v

B.Madium Biakan Tertutup















No
Kelompok
Nama spesies
Air selokan
Air comberan
Air kolam
Air sawah
Sketsa
1
12,3,4
Paramecium

V


v

2
2
Voticella microstome



v

3
2,3
Volvox aereus

V

v

4
2,3,6
Euglena viridis
V

v


 C.Media Biakan Transparan














Gambar Menurut Literatur
1.      Gambar Vorticella microstome

Text Box:
 










Sumber : gambar 1

2.      Gambar Euglena sp.
Text Box:
 
3.       








Sumber : Gambar 2



3.Gambar Paramecium caudatum
Text Box:
 
1.       








Sumber : Gambar 3

4.      Gambar Amplhileptus claparede
Text Box:
 










Sumber : Gambar 4




5.      Gambar Amoeba proteus
Text Box:
 










Sumber : Gambar 5

6.      Gambar Volvox aureus
Text Box:
 









Sumber : Gambar 6





V.    ANALISIS DATA
1.    Vorticella microstome
Klasifikasi       :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
SupClass         : Ciliata
Ordo                : Peritichida
Famili              : Peritichidaceae
Genus              : Vorticella
Spesies            : Vorticella microstome
(Sumber : Verrna, 2002)
Vorticella microstome kami temukan pada médium biasa dan media biakan transparan yang ditemukan pleh kelompok 2,3 pada médium biasa air sawah dan kelompok 2 pada media biakan transparan air sawah juga. Vorticella microstome masih banyak terdapat pada médium-medium lainnya, tetapi hanya kami yang tidak menemukan Vorticella microstome ini.

2.     Euglena sp.
Klasifikasi
 kingdom : Animalia
 Filum       : Protozoa
 Class        : Euglenoidea
 Ordo        : Euglenida
Family      : Euglenidae
 Genus       : Euglenophyta
 Spesies     : Euglena sp.
(sumber : Hegner, 1968)
            Euglena sp. Ditemukan pada air selokan, air comberan, air kolam, dan air sawah pada medium biasa yang temukan oleh kelompok 2,3,4, dan 7. Selain itu pada medium biakan tertutup juga terdapat Euglena sp. Pada air selokan, air kolam dan air sawah yang ditemukan oleh kelompok 6 dan 7.
            Ciri-ciri bentuk tubuh Euglena sp. Yaitu berbentuk runjung atau sedikit lonjong dan semakin meruncing di ujung belakang tuubhnya dan berbentuk tumpul pada enterior atau bagian depannya.

3.    Paramecium caudatum
Klasifikasi      
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Superclass       : Cilliata
Class                : Holotriohea
Order               : Hymonostimatida
Famili              : Holotrichidae
Genus              : Paramecium
Species            : Paramecium caudatum
(Sumber : Verrna, 2002)
     Hidup di air tawar yang banyak mengandung bakteri atau zat-zat organik. Bentuknya seperti sandal (canela), ada bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing dibagian belakang. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara bergetar. Terdapat trichocyst, mulut, rongga makanan, rongga berdenyut, macronukleusmicronukleus, dan sel dubur.
Berembang biak secara vegetatif membelah diri secara transversal, dimulai dengan membelah makronukleus yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat terjadi kurang lebih tiap 24 jam. Setelah erjadi beberapa kali pembiakan vegetatif, terjadila pembiakan generatif secara konjugasi ysng dimulai pertemuan antara 2 individu pada bagian mulut, kemudian terjadi peristiwa macronuklius lenyap, dan membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya lenyap yang satu membelah menjadi dua micronuklius (haploid) dan terjadi tukar-menukar mikronukleus sehingga terjadi persatuan mikronukleus haploid menjadi mikronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri.
Respirasi dan eksresi terjadi melalui permukaan tubuhnya (selaput plasma). Tubuhnya dilindungi oleh pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan dikeluarkan jika dirangsang. Trichocyst ini berfungsi juga sebagai alat pelindung jika diserang oleh musuh.
4. Amplhileptus claparede
Klasifikasi      
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Class                : Liostomatea
Order               : Pleurozmatida
Famili              : Amphileptus
Genus              : Amphileptus
Species            : Amphileptus cleparedei\
(Sumber : Verma, 2002)
            Amphileptus cleparedei pada medium biasa terdapat pada air tawar dan air sawah yang temukan oleh kelompok 3, pada medium biaan tertutup terspat pada air comberan dan air sawah yang temukan oleh kelompok 3 dan 6.
            Tubuhnya lateral dikompersi. Mulutnya cembung pada sisi ventral, seperti celah. Akan terlihat jelas ketika dia sedang makan. Memiliki silia yang hamper lengkap, silia di sebelah kiri tubuhnya tidak terlalau jelas dan agak kurang dibandingkan dengan sisi sebelah kanan. Banyak terdapat vakoula kontraktil yang tidak beraturan yang didistribusikan disepanjang tepi ventral dan dorsal, memiliki 2 maknukleus, tubuhnya agak pipih berbentuk seperti labu panjang.

5.Amoeba proteus
Klasifikasi:
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Protozoa
Classis             : Hydraulea
Ordo                : Amoebida
Family             : Amoebioae
Genus              : Amoeba
Species            : Amoeba proteus
(sumber : Verma,2002)
Amoeba hidup di air tawar basah/ tempat berair. Tubuh terdiri atas kulit luar (ektoplasma), selaput luar disebut plasmolemma. Bagian dalam di sebut bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan butiran-butiran lemak. Rongga berdenyut berfungsi sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai osmosis isi sel terpelihara. Bila  Amoeba diambil intinya, akan segera mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk protoplasma baru. Amoeba memakan bakteri, alga bersel satu dan makhuk hidup yang bersel satu lainnya.
Makanan dicerna di rongga makanan, sisanya ditinggalkan. Berkembangbiak secara vegetatif membelah diri di dahului dengan pembelahan intinya. Amoeba mengambil oksigen untuk pernafasan dan mengeluarkan karbon dioksida melalui selaput plasma. Bergerak dengan menjulurkan kaki semunya (pseudopodia), gerakannya ini disebut amoeboid.  Amoeba ada yang dibungkus cangkang ada pula yang tanpa selubung cangkang (telanjang), biasanya yang tanpa selubung bentuknya asimetris dan selalu berubah.
Bagian tubuh amoeba yang hanya satu selter diri atas vakuola makanan, vakuola kontraktil, inti, endoplasma, ektoplasma, plasmagel, plasmolema, tudung hyalin, lembaran plasma gel, plasma sol, dan juga kristal-kristal. Amoeba sp terdapat dalam air tawar baik pada air tergenang maupun yang mengalir. Perkembamgan dalam reproduksi amoeba merupakan pertumbuhan yang sederhana, sel sebagai hasil pembelahan binary jadi sel yang penuh dengan keunikan volume secara perlahan-lahan. Hewan ini bernapas dengan cara difusi.
Pengambilan makanan terjadi tanpa bantuan bagian bentuk mulut dan dapat terjadi dibagian mana saja pada permukaan tubuh dimana makanan berupa protozoa yang ditelang melalui permukaan tubuh yang membujur keluar.

6.Volvox aureus
Klasifikasi
 kingdom : Animalia
 Filum       : Protozoa
 Class        : Phitomastigophora
 Ordo        : Volvocida
Family      : Volvocidae
 Genus       : Volvox
 Spesies     : Volvox aureus
(Sumber : Verma, 2002)
Bentuk tubuh macam-macam ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya tidak menentu. Namun pada volvox ini berbentuk bola berukuran kecil. Hidup di dalam air tawar, merupakan koloni dari beribu-ribu binatang bersel satu dengan masing-masing mempunyai dua flagel. Di dalam koloni dapat terbentuk koloni baru dan kemudian melepaskan diri dari koloni lama menjadi koloni tersendiri.
Antara satu sel dengan sel lainya yang saling berdekatan di hubungkan oleh benang-benang sitoplasma, makanan dari sekitar ditangkap dan sintesis oleh sel-sel vegetatif. Volvox globatort diri atas ratusan sel yang digabungkan oleh suatu jalinan plotoplasma. Sebagian sel-selnya mempunyai titik mata, chlorophyl, vakuola kontraktil, dan dua flagella. Sel-sel tersebut disebut sel somatis. Spesies ini berbentuk bola yang berongga dan rongga itu berisi bubur cair, pada dinding bagian luar tertanam 3-17 ribu sel secara individu.
Air kotor ada hubungannya dengan jumlah protozoa. Karena air yang kotor merupakan tempat hidup yang ideal bagi protozoa. Sebab disana banyak terdapat makanan untuk protozoa seperti jasad-jasad renik dan lain-lain. Pada air kotor protozoa dapat hidup dengan aman karena jarang ada yang mengganggu. Filum yang paling banyak ditemukan ialah filum flagellata (Mestigophora). Cara bergeraknya semua berputar-putar kesana-kemari.

















VI.    KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.    Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun protozoa merupakan organisme yang sempurna
2.      Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner (pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga terjadi reorganisasi pada kedua individu).
3.      Protozoa habitatnya di air tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan lain. Alat gerak pseudopodia, flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
4.      Anggota protozoa yang ditemukan pada medium biasa yaitu Volticella microstome, Euglena sp., Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede, Volvox globator, dan Amoeba, pada medium biakan tertutup Volvox aureus, Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede,  Amoeba, Euglena sp sedangkan pada medium biakan karbon yaitu Paramecium caudatum, Voticella microstome, Volvox aerus dan Euglena sp.