PRAKTIKUM I
Topik : Protozoa
Tujuan : Mengenal beberapa anggota phylum protozoa yang hidup
bebas di air tawar.
Hari/Tanggal :
Kamis/ 26 Februari 2015
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
I.
ALAT
DAN BAHAN
A.
Alat
1.
Pipet tetes
2.
Kaca benda
3.
Kaca penutup
4.
Mikroskop
5.
Kompor gas
6.
Panci
7.
Gelas kimia
8.
Gelas aqua sebanyak 8
buah
9.
Gelang karet
10. Plastik
transparan
11. Kertas
karbon lima lembar
12. Tissue
B. Bahan
1. Air
kolam
2. Air
sawah
3. Air
selokan
4. Air
comberan
5. Kotoran
ayam kering
6. Jerami
II.
CARA
KERJA
A. Medium
Biasa
1. Dengan
pipet ambil 2-3 tetes air tersebut di atas, letakkan pada kaca benda, tutup
dengan kaca penutup.
2. Amati
protozoa apa saja yang tempak.
3. Gambar
morfologi hewan-hewan tersebut dan sebutkan bagian-bagiannya.
B. Medium
Biakan
1. Rebus
200 gram jerami dengan air sebanyak + 2 liter selama 15 menit.
2. Dinginkan
air rebusan, menyaringnya lalu mengambl sebanyak 80 ml air rebusan dan
memasukkannya ke dalam gelas aqua.
3. Ke
dalam aqua menambahkan kotoran ayam kering dan sedikit jerami.
4. Masukkan
air bahan sebanyak 20 ml.
5. Berikan
perlakuan gelas aqua A dalam keadaan transparan, sedang gelas aqua B dalam
keadaan tertutup kertas karbon.
6. Biarkan
media selama satu minggu.
7. Lakukan
pengamatan setelah satu minggu.
III.
TEORI
DASAR
Protozoa adalah
hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel
tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun
Protozoa merupakan organisme yang sempurna. Ukuran tubuh mikroskopis, sangat
beranekaragam morfologi, fisiologi dan perkembangbiakannya. Habitatnya diair
tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan lain. Alat gerak
pseudopodia, flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
Protozoa mempunyai
lebih dari 30.000 spesies dengan beberapa sifat karakteristiknya. Ada beberapa
spesies yang bersifat patogen pada manusia dan hewan, beberapa spesies berperan
penting dalam simbiosa dengan Ruminantia, sebagai mikroorganisme pada serangga,
berperanan didalam proses mikrobiologi tanah, mikrobiologi air, dan sebagainya.
Sifatnya dapat hidup dengan syarat kehidupan yang minimal, sebab jasad ini
dapat menggunakan bakteria maupun protozoa lainnya sebagai sumber makanannya.
Didalam keadaan yang tidak sesuai untuk pertumbuhannya beberapa spesies dapat
membentuk kista, yaitu bentuk sel yang dilindungi oleh dinding sel tebal.
Pada umumnya protozoa bersel satu,
tetapi ada beberapa spesies yang membentuk koloni. Umumnya didalam satu sel
terdapat satu inti, tetapi dari beberapa spesies secara generatif berkonjugasi
karena individu jantan dan betina belum jelas perbedaanya. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner
(pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan
secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau
berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga
terjadi reorganisasi pada kedua individu).
Berdasarkan alat
geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi 4 kelas yaitu
1.
Kelas
Rhizopoda (Sarcodina)
Alat geraknya
berupa kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma,
gerakannya disebut gerak amoeboid, dan bentuk tubuhnya tidak tetap.
Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri.
Rhizopoda yang hidup di air tawar, di laut dan parasit
pada binatang ain/ manusia,
misalnya Amoeba proteus dan Difflugia. Rhizopoda yang hidup di
laut misalnya Globigerina dari kelompok Foraminifera. Yang hidup
parasit pada manusia misalnya Entamoeba histolytica dan Entamoeba
gingivalis.Berkembang biak secara vegetatif dengan
membelah diri.
2.
Kelas
Ciliata (Ciliophora/Infusoria)
Alat geraknya
berupa rambut getar (silia). Disebut Infusoria karena anggota
Ciliata hidup di air yang tercemar. Silia terdapat di seluruh permukaan tubuh
atau hanya pada bagian tertentu. Bentuk tubuhnya tetap karena memiliki perikel.
Memiliki dua macam inti yaitu
mikronukleus (berfungsi mengatur perkembangbiakan) dan makronukleus (mengatur
pertumbuhan dan metabolisme). Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan
biner dan secara seksual dengan konjugasi. Ciliata yang hidup bebas di air
tawar misalnya Paramaecium, Stentor, Vorticella, dan Didinium
(predator). Ciliata yang hidup parasit pada manusia adalah Balantidium coli.
3.
Kelas
Flagellata (Mastigophora)
Alat geraknya
berupa bulu cambuk (flagel) dan bentuk tubuh lebih
tetap tanpa rangka luar
dilindungi oleh selaput yang fleksibel (pellicle). Cara hidupnya ada yang hidup bebas, bersimbiosis, dan
parasit. Flagellata yang hidup bebas misalnya Euglena, yang hidup
bersimbiosis misalnya Trichonympha pada usus rayap, dan yang hidup
parasit misalnya Trypanosoma gambiense memyebabkan penyakit tidur, Trichomonas
vaginalis menyebabkan penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran
kelamin pria, Leishmania donovani menyebabkan penyakit kala azar.
Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan diri membujur.
4.
Kelas
Sporozoa
Tidak memiliki alat
gerak dan dalam daur hidupnya memiliki spora. Sporanya ada dua macam yaitu
spora aseksual disebut merozoit dan spora seksual disebut sporozoit. Hidupnya
parasit. Contoh Plasmodium dan Toxoplasma. Peristiwa keluarnya
merozoit dari eritrosit ketika pecah menyebabkan suhu badan penderita naik
disebut masa sporulasi. Plasmodium vivax dan P. Ovale menyebabkan
malaria tertiana, Plasmodium malariae menyebabkan malaria
kuartana, dan Plasmodium falciparum menyebabkan malaria
tropikana. Toxoplasma gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis.
Toxoplasma masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging yang tercemar
kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama
membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan
menjadi cacat.
5.
Kelas
Suctoria
Bentuk muda hewan ini mempunyai cilia,
oleh sebab itu beberapa ahli memasukkan ke dalam kelas ciliate. Hidupnya mandiri jika sudah dewasa, mempunyai tentakel
dan melekat pada suatu benda dengan tentakelnya. Beberapa jenis bersifat
parsit. Tentakelnya berguna untuk menusuk atau menghisap dan tidsak memiliki
cilia. Cara makannya
bersifat holozoik. Reprodusi dengan membentuk tunas-tunas. Contohnya: Podophyta dan Suctoria yang parasit.
IV.
HASIL
PENGAMATAN
Tabel Hasil Pengamatan
|
No
|
Kelompok
|
Nama
spesies
|
Air selokan
|
Air comberan
|
Air kolam
|
Air sawah
|
Sketsa
|
|
1
|
2,3
|
Vorticella microstome
|
|
|
|
v
|
|
|
2
|
2,3,4,7
|
Euglena sp
|
V
|
v
|
V
|
v
|
|
|
3
|
2,3,4
|
Paramecium
caudatum
|
V
|
v
|
|
|
|
|
4
|
3
|
Amplhileptus
claparede
|
|
|
V
|
v
|
|
A.Medium Biasa
|
No
|
Kelompok
|
Nama spesies
|
Air selokan
|
Air comberan
|
Air kolam
|
Air sawah
|
Sketsa
|
|
1
|
2,5.8
|
Volvox aureus
|
|
|
v
|
|
|
|
2
|
2,3
|
Paramecium sp.
|
|
V
|
|
v
|
|
|
3
|
3,6
|
Amplhileptus claparede
|
|
V
|
|
v
|
|
|
4
|
3
|
Amoeba proteus
|
|
|
v
|
|
|
|
5
|
6,7
|
Euglena sp.
|
V
|
|
v
|
v
|
|
B.Madium Biakan Tertutup
|
No
|
Kelompok
|
Nama spesies
|
Air selokan
|
Air comberan
|
Air kolam
|
Air sawah
|
Sketsa
|
|
1
|
12,3,4
|
Paramecium
|
V
|
|
|
v
|
|
|
2
|
2
|
Voticella microstome
|
|
|
|
v
|
|
|
3
|
2,3
|
Volvox aereus
|
|
V
|
|
v
|
|
|
4
|
2,3,6
|
Euglena viridis
|
V
|
|
v
|
|
|
C.Media Biakan Transparan
Gambar Menurut Literatur
1.
Gambar Vorticella microstome
![]() |
Sumber :
gambar 1
2.
Gambar Euglena sp.
![]() |
3.
Sumber : Gambar
2
3.Gambar Paramecium caudatum
![]() |
1.
Sumber : Gambar
3
4. Gambar Amplhileptus
claparede
![]() |
Sumber : Gambar
4
5.
Gambar Amoeba proteus
![]() |
Sumber : Gambar
5
6.
Gambar Volvox aureus
![]() |
Sumber : Gambar
6
V.
ANALISIS
DATA
1. Vorticella
microstome
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
SupClass : Ciliata
Ordo : Peritichida
Famili : Peritichidaceae
Genus : Vorticella
Spesies : Vorticella microstome
(Sumber :
Verrna, 2002)
Vorticella microstome kami temukan pada médium biasa dan media biakan
transparan yang ditemukan pleh kelompok 2,3 pada médium biasa air sawah dan
kelompok 2 pada media biakan transparan air sawah juga. Vorticella microstome masih banyak terdapat pada médium-medium
lainnya, tetapi hanya kami yang tidak menemukan Vorticella microstome ini.
2.
Euglena sp.
Klasifikasi
kingdom :
Animalia
Filum :
Protozoa
Class
: Euglenoidea
Ordo
: Euglenida
Family : Euglenidae
Genus : Euglenophyta
Spesies : Euglena sp.
(sumber : Hegner, 1968)
Euglena sp.
Ditemukan pada air selokan, air comberan, air kolam, dan air sawah pada medium
biasa yang temukan oleh kelompok 2,3,4, dan 7. Selain itu pada medium biakan
tertutup juga terdapat Euglena sp. Pada
air selokan, air kolam dan air sawah yang ditemukan oleh kelompok 6 dan 7.
Ciri-ciri bentuk tubuh Euglena sp. Yaitu berbentuk runjung atau sedikit lonjong dan
semakin meruncing di ujung belakang tuubhnya dan berbentuk tumpul pada enterior
atau bagian depannya.
3.
Paramecium
caudatum
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Superclass : Cilliata
Class : Holotriohea
Order : Hymonostimatida
Famili : Holotrichidae
Genus : Paramecium
Species : Paramecium caudatum
(Sumber : Verrna, 2002)
Hidup di air tawar yang banyak mengandung
bakteri atau zat-zat organik. Bentuknya seperti sandal (canela), ada bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing
dibagian belakang. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara
bergetar. Terdapat trichocyst, mulut,
rongga makanan, rongga berdenyut, macronukleus, micronukleus,
dan sel dubur.
Berembang
biak secara vegetatif membelah diri secara transversal, dimulai dengan membelah
makronukleus yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat terjadi
kurang lebih tiap 24 jam. Setelah erjadi beberapa kali pembiakan vegetatif,
terjadila pembiakan generatif secara konjugasi ysng dimulai pertemuan antara 2
individu pada bagian mulut, kemudian terjadi peristiwa macronuklius lenyap, dan
membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya lenyap yang satu
membelah menjadi dua micronuklius (haploid) dan terjadi tukar-menukar
mikronukleus sehingga terjadi persatuan mikronukleus haploid menjadi
mikronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri.
Respirasi
dan eksresi terjadi melalui permukaan tubuhnya (selaput plasma). Tubuhnya
dilindungi oleh pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan
dikeluarkan jika dirangsang. Trichocyst ini berfungsi juga sebagai alat
pelindung jika diserang oleh musuh.
4.
Amplhileptus
claparede
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Class : Liostomatea
Order : Pleurozmatida
Famili : Amphileptus
Genus : Amphileptus
Species : Amphileptus
cleparedei\
(Sumber : Verma, 2002)
Amphileptus
cleparedei pada medium biasa
terdapat pada air tawar dan air sawah yang temukan oleh kelompok 3, pada medium
biaan tertutup terspat pada air comberan dan air sawah yang temukan oleh
kelompok 3 dan 6.
Tubuhnya lateral dikompersi. Mulutnya cembung pada sisi
ventral, seperti celah. Akan terlihat jelas ketika dia sedang makan. Memiliki
silia yang hamper lengkap, silia di sebelah kiri tubuhnya tidak terlalau jelas
dan agak kurang dibandingkan dengan sisi sebelah kanan. Banyak terdapat vakoula
kontraktil yang tidak beraturan yang didistribusikan disepanjang tepi ventral
dan dorsal, memiliki 2 maknukleus, tubuhnya agak pipih berbentuk seperti labu
panjang.
5.Amoeba proteus
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Hydraulea
Ordo : Amoebida
Family : Amoebioae
Genus : Amoeba
Species : Amoeba proteus
(sumber : Verma,2002)
Amoeba
hidup
di air tawar basah/ tempat berair. Tubuh terdiri atas kulit luar (ektoplasma), selaput luar disebut plasmolemma. Bagian dalam di sebut
bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan butiran-butiran lemak. Rongga berdenyut
berfungsi sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai osmosis isi sel
terpelihara. Bila Amoeba
diambil
intinya, akan segera mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk
protoplasma baru. Amoeba
memakan
bakteri, alga bersel satu dan makhuk hidup yang bersel satu lainnya.
Makanan dicerna
di rongga makanan, sisanya ditinggalkan. Berkembangbiak secara vegetatif
membelah diri di dahului dengan pembelahan intinya. Amoeba
mengambil
oksigen untuk pernafasan dan mengeluarkan karbon dioksida melalui selaput
plasma. Bergerak dengan menjulurkan
kaki semunya (pseudopodia), gerakannya ini disebut amoeboid. Amoeba ada yang dibungkus cangkang ada pula
yang tanpa selubung cangkang (telanjang), biasanya yang tanpa selubung
bentuknya asimetris dan selalu berubah.
Bagian tubuh amoeba yang hanya satu selter diri atas
vakuola makanan, vakuola kontraktil, inti, endoplasma, ektoplasma, plasmagel,
plasmolema, tudung hyalin, lembaran plasma gel, plasma sol, dan juga kristal-kristal.
Amoeba sp terdapat dalam air tawar baik pada air tergenang maupun yang mengalir. Perkembamgan dalam reproduksi amoeba
merupakan pertumbuhan yang sederhana, sel sebagai hasil pembelahan binary jadi sel
yang penuh dengan keunikan volume secara perlahan-lahan. Hewan ini
bernapas dengan cara difusi.
Pengambilan makanan terjadi tanpa bantuan bagian
bentuk mulut dan dapat terjadi dibagian mana saja pada permukaan tubuh dimana
makanan berupa protozoa yang ditelang melalui permukaan tubuh yang membujur
keluar.
6.Volvox aureus
Klasifikasi
kingdom :
Animalia
Filum : Protozoa
Class
: Phitomastigophora
Ordo
: Volvocida
Family : Volvocidae
Genus : Volvox
Spesies : Volvox aureus
(Sumber : Verma, 2002)
Bentuk tubuh macam-macam ada yang
seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya
tidak menentu. Namun pada volvox ini berbentuk
bola berukuran kecil. Hidup di dalam air tawar, merupakan
koloni dari beribu-ribu binatang bersel satu dengan masing-masing mempunyai dua
flagel. Di dalam koloni dapat terbentuk koloni baru
dan kemudian melepaskan diri dari koloni lama menjadi koloni tersendiri.
Antara satu sel
dengan sel lainya yang saling berdekatan di hubungkan oleh benang-benang sitoplasma,
makanan dari sekitar ditangkap dan sintesis oleh sel-sel vegetatif. Volvox globatort diri atas ratusan sel yang digabungkan oleh suatu jalinan plotoplasma.
Sebagian sel-selnya mempunyai titik mata, chlorophyl, vakuola kontraktil, dan dua
flagella. Sel-sel tersebut disebut sel somatis. Spesies ini berbentuk bola yang
berongga dan rongga itu berisi bubur cair, pada dinding bagian luar tertanam
3-17 ribu sel secara individu.
Air kotor ada hubungannya dengan
jumlah protozoa. Karena air yang kotor merupakan tempat hidup yang ideal bagi
protozoa. Sebab disana banyak terdapat makanan untuk protozoa seperti jasad-jasad
renik dan lain-lain. Pada air kotor protozoa dapat hidup dengan aman karena
jarang ada yang mengganggu. Filum yang paling banyak ditemukan ialah filum
flagellata (Mestigophora). Cara bergeraknya semua berputar-putar kesana-kemari.
VI.
KESIMPULAN
Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.
Protozoa adalah
hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel
tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun
protozoa merupakan organisme yang sempurna
2. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner
(pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan
secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau
berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga
terjadi reorganisasi pada kedua individu).
3. Protozoa
habitatnya di air tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan
lain. Alat gerak pseudopodia,
flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
4.
Anggota protozoa yang ditemukan pada medium biasa yaitu Volticella microstome, Euglena sp., Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede, Volvox globator, dan Amoeba, pada
medium biakan tertutup Volvox aureus, Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede, Amoeba, Euglena sp sedangkan pada medium biakan karbon yaitu
Paramecium caudatum, Voticella microstome, Volvox aerus dan Euglena sp.
PRAKTIKUM I
Topik : Protozoa
Tujuan : Mengenal beberapa anggota phylum protozoa yang hidup
bebas di air tawar.
Hari/Tanggal :
Kamis/ 26 Februari 2015
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin
I.
ALAT
DAN BAHAN
A.
Alat
1.
Pipet tetes
2.
Kaca benda
3.
Kaca penutup
4.
Mikroskop
5.
Kompor gas
6.
Panci
7.
Gelas kimia
8.
Gelas aqua sebanyak 8
buah
9.
Gelang karet
10. Plastik
transparan
11. Kertas
karbon lima lembar
12. Tissue
B. Bahan
1. Air
kolam
2. Air
sawah
3. Air
selokan
4. Air
comberan
5. Kotoran
ayam kering
6. Jerami
II.
CARA
KERJA
A. Medium
Biasa
1. Dengan
pipet ambil 2-3 tetes air tersebut di atas, letakkan pada kaca benda, tutup
dengan kaca penutup.
2. Amati
protozoa apa saja yang tempak.
3. Gambar
morfologi hewan-hewan tersebut dan sebutkan bagian-bagiannya.
B. Medium
Biakan
1. Rebus
200 gram jerami dengan air sebanyak + 2 liter selama 15 menit.
2. Dinginkan
air rebusan, menyaringnya lalu mengambl sebanyak 80 ml air rebusan dan
memasukkannya ke dalam gelas aqua.
3. Ke
dalam aqua menambahkan kotoran ayam kering dan sedikit jerami.
4. Masukkan
air bahan sebanyak 20 ml.
5. Berikan
perlakuan gelas aqua A dalam keadaan transparan, sedang gelas aqua B dalam
keadaan tertutup kertas karbon.
6. Biarkan
media selama satu minggu.
7. Lakukan
pengamatan setelah satu minggu.
III.
TEORI
DASAR
Protozoa adalah
hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel
tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun
Protozoa merupakan organisme yang sempurna. Ukuran tubuh mikroskopis, sangat
beranekaragam morfologi, fisiologi dan perkembangbiakannya. Habitatnya diair
tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan lain. Alat gerak
pseudopodia, flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
Protozoa mempunyai
lebih dari 30.000 spesies dengan beberapa sifat karakteristiknya. Ada beberapa
spesies yang bersifat patogen pada manusia dan hewan, beberapa spesies berperan
penting dalam simbiosa dengan Ruminantia, sebagai mikroorganisme pada serangga,
berperanan didalam proses mikrobiologi tanah, mikrobiologi air, dan sebagainya.
Sifatnya dapat hidup dengan syarat kehidupan yang minimal, sebab jasad ini
dapat menggunakan bakteria maupun protozoa lainnya sebagai sumber makanannya.
Didalam keadaan yang tidak sesuai untuk pertumbuhannya beberapa spesies dapat
membentuk kista, yaitu bentuk sel yang dilindungi oleh dinding sel tebal.
Pada umumnya protozoa bersel satu,
tetapi ada beberapa spesies yang membentuk koloni. Umumnya didalam satu sel
terdapat satu inti, tetapi dari beberapa spesies secara generatif berkonjugasi
karena individu jantan dan betina belum jelas perbedaanya. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner
(pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan
secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau
berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga
terjadi reorganisasi pada kedua individu).
Berdasarkan alat
geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi 4 kelas yaitu
1.
Kelas
Rhizopoda (Sarcodina)
Alat geraknya
berupa kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma,
gerakannya disebut gerak amoeboid, dan bentuk tubuhnya tidak tetap.
Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri.
Rhizopoda yang hidup di air tawar, di laut dan parasit
pada binatang ain/ manusia,
misalnya Amoeba proteus dan Difflugia. Rhizopoda yang hidup di
laut misalnya Globigerina dari kelompok Foraminifera. Yang hidup
parasit pada manusia misalnya Entamoeba histolytica dan Entamoeba
gingivalis.Berkembang biak secara vegetatif dengan
membelah diri.
2.
Kelas
Ciliata (Ciliophora/Infusoria)
Alat geraknya
berupa rambut getar (silia). Disebut Infusoria karena anggota
Ciliata hidup di air yang tercemar. Silia terdapat di seluruh permukaan tubuh
atau hanya pada bagian tertentu. Bentuk tubuhnya tetap karena memiliki perikel.
Memiliki dua macam inti yaitu
mikronukleus (berfungsi mengatur perkembangbiakan) dan makronukleus (mengatur
pertumbuhan dan metabolisme). Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan
biner dan secara seksual dengan konjugasi. Ciliata yang hidup bebas di air
tawar misalnya Paramaecium, Stentor, Vorticella, dan Didinium
(predator). Ciliata yang hidup parasit pada manusia adalah Balantidium coli.
3.
Kelas
Flagellata (Mastigophora)
Alat geraknya
berupa bulu cambuk (flagel) dan bentuk tubuh lebih
tetap tanpa rangka luar
dilindungi oleh selaput yang fleksibel (pellicle). Cara hidupnya ada yang hidup bebas, bersimbiosis, dan
parasit. Flagellata yang hidup bebas misalnya Euglena, yang hidup
bersimbiosis misalnya Trichonympha pada usus rayap, dan yang hidup
parasit misalnya Trypanosoma gambiense memyebabkan penyakit tidur, Trichomonas
vaginalis menyebabkan penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran
kelamin pria, Leishmania donovani menyebabkan penyakit kala azar.
Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan diri membujur.
4.
Kelas
Sporozoa
Tidak memiliki alat
gerak dan dalam daur hidupnya memiliki spora. Sporanya ada dua macam yaitu
spora aseksual disebut merozoit dan spora seksual disebut sporozoit. Hidupnya
parasit. Contoh Plasmodium dan Toxoplasma. Peristiwa keluarnya
merozoit dari eritrosit ketika pecah menyebabkan suhu badan penderita naik
disebut masa sporulasi. Plasmodium vivax dan P. Ovale menyebabkan
malaria tertiana, Plasmodium malariae menyebabkan malaria
kuartana, dan Plasmodium falciparum menyebabkan malaria
tropikana. Toxoplasma gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis.
Toxoplasma masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging yang tercemar
kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama
membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan
menjadi cacat.
5.
Kelas
Suctoria
Bentuk muda hewan ini mempunyai cilia,
oleh sebab itu beberapa ahli memasukkan ke dalam kelas ciliate. Hidupnya mandiri jika sudah dewasa, mempunyai tentakel
dan melekat pada suatu benda dengan tentakelnya. Beberapa jenis bersifat
parsit. Tentakelnya berguna untuk menusuk atau menghisap dan tidsak memiliki
cilia. Cara makannya
bersifat holozoik. Reprodusi dengan membentuk tunas-tunas. Contohnya: Podophyta dan Suctoria yang parasit.
IV.
HASIL
PENGAMATAN
Tabel Hasil Pengamatan
|
No
|
Kelompok
|
Nama
spesies
|
Air selokan
|
Air comberan
|
Air kolam
|
Air sawah
|
Sketsa
|
|
1
|
2,3
|
Vorticella microstome
|
|
|
|
v
|
|
|
2
|
2,3,4,7
|
Euglena sp
|
V
|
v
|
V
|
v
|
|
|
3
|
2,3,4
|
Paramecium
caudatum
|
V
|
v
|
|
|
|
|
4
|
3
|
Amplhileptus
claparede
|
|
|
V
|
v
|
|
A.Medium Biasa
|
No
|
Kelompok
|
Nama spesies
|
Air selokan
|
Air comberan
|
Air kolam
|
Air sawah
|
Sketsa
|
|
1
|
2,5.8
|
Volvox aureus
|
|
|
v
|
|
|
|
2
|
2,3
|
Paramecium sp.
|
|
V
|
|
v
|
|
|
3
|
3,6
|
Amplhileptus claparede
|
|
V
|
|
v
|
|
|
4
|
3
|
Amoeba proteus
|
|
|
v
|
|
|
|
5
|
6,7
|
Euglena sp.
|
V
|
|
v
|
v
|
|
B.Madium Biakan Tertutup
|
No
|
Kelompok
|
Nama spesies
|
Air selokan
|
Air comberan
|
Air kolam
|
Air sawah
|
Sketsa
|
|
1
|
12,3,4
|
Paramecium
|
V
|
|
|
v
|
|
|
2
|
2
|
Voticella microstome
|
|
|
|
v
|
|
|
3
|
2,3
|
Volvox aereus
|
|
V
|
|
v
|
|
|
4
|
2,3,6
|
Euglena viridis
|
V
|
|
v
|
|
|
C.Media Biakan Transparan
Gambar Menurut Literatur
1.
Gambar Vorticella microstome
![]() |
Sumber :
gambar 1
2.
Gambar Euglena sp.
![]() |
3.
Sumber : Gambar
2
3.Gambar Paramecium caudatum
![]() |
1.
Sumber : Gambar
3
4. Gambar Amplhileptus
claparede
![]() |
Sumber : Gambar
4
5.
Gambar Amoeba proteus
![]() |
Sumber : Gambar
5
6.
Gambar Volvox aureus
![]() |
Sumber : Gambar
6
V.
ANALISIS
DATA
1. Vorticella
microstome
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
SupClass : Ciliata
Ordo : Peritichida
Famili : Peritichidaceae
Genus : Vorticella
Spesies : Vorticella microstome
(Sumber :
Verrna, 2002)
Vorticella microstome kami temukan pada médium biasa dan media biakan
transparan yang ditemukan pleh kelompok 2,3 pada médium biasa air sawah dan
kelompok 2 pada media biakan transparan air sawah juga. Vorticella microstome masih banyak terdapat pada médium-medium
lainnya, tetapi hanya kami yang tidak menemukan Vorticella microstome ini.
2.
Euglena sp.
Klasifikasi
kingdom :
Animalia
Filum :
Protozoa
Class
: Euglenoidea
Ordo
: Euglenida
Family : Euglenidae
Genus : Euglenophyta
Spesies : Euglena sp.
(sumber : Hegner, 1968)
Euglena sp.
Ditemukan pada air selokan, air comberan, air kolam, dan air sawah pada medium
biasa yang temukan oleh kelompok 2,3,4, dan 7. Selain itu pada medium biakan
tertutup juga terdapat Euglena sp. Pada
air selokan, air kolam dan air sawah yang ditemukan oleh kelompok 6 dan 7.
Ciri-ciri bentuk tubuh Euglena sp. Yaitu berbentuk runjung atau sedikit lonjong dan
semakin meruncing di ujung belakang tuubhnya dan berbentuk tumpul pada enterior
atau bagian depannya.
3.
Paramecium
caudatum
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Superclass : Cilliata
Class : Holotriohea
Order : Hymonostimatida
Famili : Holotrichidae
Genus : Paramecium
Species : Paramecium caudatum
(Sumber : Verrna, 2002)
Hidup di air tawar yang banyak mengandung
bakteri atau zat-zat organik. Bentuknya seperti sandal (canela), ada bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing
dibagian belakang. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara
bergetar. Terdapat trichocyst, mulut,
rongga makanan, rongga berdenyut, macronukleus, micronukleus,
dan sel dubur.
Berembang
biak secara vegetatif membelah diri secara transversal, dimulai dengan membelah
makronukleus yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat terjadi
kurang lebih tiap 24 jam. Setelah erjadi beberapa kali pembiakan vegetatif,
terjadila pembiakan generatif secara konjugasi ysng dimulai pertemuan antara 2
individu pada bagian mulut, kemudian terjadi peristiwa macronuklius lenyap, dan
membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya lenyap yang satu
membelah menjadi dua micronuklius (haploid) dan terjadi tukar-menukar
mikronukleus sehingga terjadi persatuan mikronukleus haploid menjadi
mikronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri.
Respirasi
dan eksresi terjadi melalui permukaan tubuhnya (selaput plasma). Tubuhnya
dilindungi oleh pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan
dikeluarkan jika dirangsang. Trichocyst ini berfungsi juga sebagai alat
pelindung jika diserang oleh musuh.
4.
Amplhileptus
claparede
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Class : Liostomatea
Order : Pleurozmatida
Famili : Amphileptus
Genus : Amphileptus
Species : Amphileptus
cleparedei\
(Sumber : Verma, 2002)
Amphileptus
cleparedei pada medium biasa
terdapat pada air tawar dan air sawah yang temukan oleh kelompok 3, pada medium
biaan tertutup terspat pada air comberan dan air sawah yang temukan oleh
kelompok 3 dan 6.
Tubuhnya lateral dikompersi. Mulutnya cembung pada sisi
ventral, seperti celah. Akan terlihat jelas ketika dia sedang makan. Memiliki
silia yang hamper lengkap, silia di sebelah kiri tubuhnya tidak terlalau jelas
dan agak kurang dibandingkan dengan sisi sebelah kanan. Banyak terdapat vakoula
kontraktil yang tidak beraturan yang didistribusikan disepanjang tepi ventral
dan dorsal, memiliki 2 maknukleus, tubuhnya agak pipih berbentuk seperti labu
panjang.
5.Amoeba proteus
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Hydraulea
Ordo : Amoebida
Family : Amoebioae
Genus : Amoeba
Species : Amoeba proteus
(sumber : Verma,2002)
Amoeba
hidup
di air tawar basah/ tempat berair. Tubuh terdiri atas kulit luar (ektoplasma), selaput luar disebut plasmolemma. Bagian dalam di sebut
bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan butiran-butiran lemak. Rongga berdenyut
berfungsi sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai osmosis isi sel
terpelihara. Bila Amoeba
diambil
intinya, akan segera mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk
protoplasma baru. Amoeba
memakan
bakteri, alga bersel satu dan makhuk hidup yang bersel satu lainnya.
Makanan dicerna
di rongga makanan, sisanya ditinggalkan. Berkembangbiak secara vegetatif
membelah diri di dahului dengan pembelahan intinya. Amoeba
mengambil
oksigen untuk pernafasan dan mengeluarkan karbon dioksida melalui selaput
plasma. Bergerak dengan menjulurkan
kaki semunya (pseudopodia), gerakannya ini disebut amoeboid. Amoeba ada yang dibungkus cangkang ada pula
yang tanpa selubung cangkang (telanjang), biasanya yang tanpa selubung
bentuknya asimetris dan selalu berubah.
Bagian tubuh amoeba yang hanya satu selter diri atas
vakuola makanan, vakuola kontraktil, inti, endoplasma, ektoplasma, plasmagel,
plasmolema, tudung hyalin, lembaran plasma gel, plasma sol, dan juga kristal-kristal.
Amoeba sp terdapat dalam air tawar baik pada air tergenang maupun yang mengalir. Perkembamgan dalam reproduksi amoeba
merupakan pertumbuhan yang sederhana, sel sebagai hasil pembelahan binary jadi sel
yang penuh dengan keunikan volume secara perlahan-lahan. Hewan ini
bernapas dengan cara difusi.
Pengambilan makanan terjadi tanpa bantuan bagian
bentuk mulut dan dapat terjadi dibagian mana saja pada permukaan tubuh dimana
makanan berupa protozoa yang ditelang melalui permukaan tubuh yang membujur
keluar.
6.Volvox aureus
Klasifikasi
kingdom :
Animalia
Filum : Protozoa
Class
: Phitomastigophora
Ordo
: Volvocida
Family : Volvocidae
Genus : Volvox
Spesies : Volvox aureus
(Sumber : Verma, 2002)
Bentuk tubuh macam-macam ada yang
seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya
tidak menentu. Namun pada volvox ini berbentuk
bola berukuran kecil. Hidup di dalam air tawar, merupakan
koloni dari beribu-ribu binatang bersel satu dengan masing-masing mempunyai dua
flagel. Di dalam koloni dapat terbentuk koloni baru
dan kemudian melepaskan diri dari koloni lama menjadi koloni tersendiri.
Antara satu sel
dengan sel lainya yang saling berdekatan di hubungkan oleh benang-benang sitoplasma,
makanan dari sekitar ditangkap dan sintesis oleh sel-sel vegetatif. Volvox globatort diri atas ratusan sel yang digabungkan oleh suatu jalinan plotoplasma.
Sebagian sel-selnya mempunyai titik mata, chlorophyl, vakuola kontraktil, dan dua
flagella. Sel-sel tersebut disebut sel somatis. Spesies ini berbentuk bola yang
berongga dan rongga itu berisi bubur cair, pada dinding bagian luar tertanam
3-17 ribu sel secara individu.
Air kotor ada hubungannya dengan
jumlah protozoa. Karena air yang kotor merupakan tempat hidup yang ideal bagi
protozoa. Sebab disana banyak terdapat makanan untuk protozoa seperti jasad-jasad
renik dan lain-lain. Pada air kotor protozoa dapat hidup dengan aman karena
jarang ada yang mengganggu. Filum yang paling banyak ditemukan ialah filum
flagellata (Mestigophora). Cara bergeraknya semua berputar-putar kesana-kemari.
VI.
KESIMPULAN
Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.
Protozoa adalah
hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel
tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun
protozoa merupakan organisme yang sempurna
2. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner
(pembelahan diri) dan pembelahan ganda (misalnya pada plasmodium) dan
secara seksual dengan singami (yaitu persatuan dua gamet yang sama atau
berbeda ukurannya) dan konjugasi (terjadi pertukaran inti sehingga
terjadi reorganisasi pada kedua individu).
3. Protozoa
habitatnya di air tawar, air laut, tanah yang lembab atau dalam tubuh hewan
lain. Alat gerak pseudopodia,
flagellum, silia dan ada yang tanpa alat gerak.
4.
Anggota protozoa yang ditemukan pada medium biasa yaitu Volticella microstome, Euglena sp., Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede, Volvox globator, dan Amoeba, pada
medium biakan tertutup Volvox aureus, Paramecium caudatum, Amplhileptus claparede, Amoeba, Euglena sp sedangkan pada medium biakan karbon yaitu
Paramecium caudatum, Voticella microstome, Volvox aerus dan Euglena sp.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar